Atalanta Yang Siap Bikin Musim Juventus Suram dengan Formasi Eksplosif

Posted on

Di Serie A, Juventus boleh dibilang suram. Di Final Coppa Italia, Atalanta siap menambah penderitaan itu. Atalanta dan Juventus akan saling bentrok pada pada final Coppa Italia di Stadion Mapei, Sassuolo, Kamis (20/5) dini hari WIB. Kedua klub memiliki catatan kontras mengenai koleksi gelar. Dalam hal ini, Juventus lebih unggul.

Namun jika mengacu pada performa klub sepanjang kampanye musim 2020/21, Atalanta bisa dibilang berada di atas Juventus. Mereka unggul dari hal klasemen Serie A, dengan menempati posisi dua, sementara Juventus di strip kelima.

Pencapaian Atalanta tak lepas dari performa konsisten mereka dengan gaya main eksplosif nan agresif. Di bawah arahan Gian Piero Gasperini, beberapa tahun terakhir Atalanta menjelma jadi tim papan atas dengan gaya main menghibur.

Para pemain dibiarkan bebas menjamah setiap jengkal lapangan ketika menyerang, tanpa patokan posisi untuk satu pemain. Makanya, catatan gol Atalanta paling tinggi musim ini di Serie A, bahkan melampau Inter Milan di posisi kesatu.

Sebanyak 90 gol sudah dikemas Atalanta, dengan Luis Muriel menjadi pemain paling moncer musim ini lewat cataan 22 gol, dan sembilan asis. Menghadapi Juventus, pastinya Atalanta akan mengerahkan pemain terbaik supaya mendapat gelar pertamanya musim ini.

Gasperini siap menyajikan kejutan kepada Juventus, seperti yang mereka lakukan terhadap Napoli pada laga semi-final. Dari lini depan, potensi kutub serangan akan dipegang oleh Duvan Zapata sebagai striker tunggal dalam formasi 3-4-2-1.

Dari lini serang kedua, Ruslan Malinovskiy bisa bergerak bebas bersama dengan Matteo Pessina sebagai gelandang serang dinamis. Jangan dilupakan, bahwa Pessina menjadi pemecah kebuntuan Atalanta pada laga semi-final, lewat brace yang ia kemas.

Duo wingback Atalanta, yakni Robin Gosens di kiri, dan Hans Hateboer di kanan, bisa bergerak tanpa lelah menyokong serangan dan melapisi pertahanan. Keduanya bisa jadi penghalang sayap ganas Juventus yang mungkin dihuni Weston McKennie serta Federico Chiesa.

Permainan kolektif di lini tengah sebagai sentral akan kemungkinan besar akan dipegang oleh Remo Freuler, gelandang asal Swiss yang sudah mengemas dua gol dan tigas asis musim ini, ditemani gelandang flamboyan Marten de Roon, yang punya peran dominan di sektor tengah Atalanta.

Berat Djimisti, Cristian Romero, serta Rafael Toloi akan jadi trio sentral bek Atalanta, seperti biasanya. Ketiganya melapisi Pierluigi Gollini sebagai penjaga gawang, dengan Romero jadi pemain paling agresif di antara tiga sentral bek yang jadi andalan. Bek asal Argentina itu punya catatan rata-rata tekel 2.1 musim ini.

Jangan lupakan pemain di luar susunan sebelas awal Atalanta, yang kerap jadi pemecah kebuntuan dengan status supersub. Di susunan tersebut, Atalanta bisa mengerahkan Muriel, hingga Josip Ilicic dan Mario Pasalic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *